Etika Audit di Era Digital: Penguatan Integritas dan Independensi dalam Praktik Audit Modern
Published 2026-07-30
Keywords
- Digitalisasi,
- Etika Auditor Independensi,
- Integritas ,
- Kualitas Audit,
- Auditor
Copyright (c) 2026 Salwa Syahfitri, Susan Grace V Nainggolan, Shelly Wiharza, Olivia Putri, Febby (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstract
Penelitian ini meninjau etika auditor, faktor yang memengaruhi kualitas audit, serta pengaruh digitalisasi melalui literatur tahun 2020–2025. Pendekatan studi literatur kualitatif digunakan untuk menyintesiskan pemahaman mengenai etika, kompetensi, independensi, profesionalisme, dan skeptisisme profesional dalam praktik audit. Hasil menunjukkan bahwa perilaku etis yang kuat, didukung independensi dan kompetensi, mampu meningkatkan kualitas audit. Di sisi lain, digitalisasi memberi efisiensi dan cakupan audit yang lebih luas, namun menimbulkan risiko terhadap independensi, objektivitas, dan kerahasiaan data. Tinjauan ini menemukan adanya gap penelitian seperti ketidakseragaman pengukuran etika auditor, belum terpadunya etika tradisional dengan tantangan digital, serta minimnya studi komparatif antara audit internal dan eksternal. Penguatan landasan etika dinilai penting untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik. Penelitian lanjutan disarankan mengembangkan kerangka konseptual yang lebih komprehensif dengan memperhatikan transformasi digital, faktor kontekstual, dan berbagai lingkungan audit.